“RPL bukan sekadar program akademik, tetapi bentuk pengakuan terhadap kompetensi riil masyarakat yang selama ini belum terwadahi secara formal,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas PMD, BUMDes, perangkat desa dan kelurahan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Novriani Susanti, S.E., M.Ak., Ak., serta 13 mahasiswa KKN Tematik yang tengah mengabdi di wilayah tersebut. Kehadiran alumni UNISI juga memberi warna tersendiri dalam diskusi, dengan berbagi pengalaman tentang bagaimana pendidikan mampu mendorong transformasi sosial di tengah masyarakat.
Monitoring dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bahwa program KKN berjalan sesuai tujuan, dengan fokus pada penguatan kapasitas desa, peningkatan literasi digital, serta advokasi ekonomi lokal. Diskusi interaktif di akhir kegiatan menjadi ruang reflektif antara kampus, pemerintah, dan masyarakat untuk menyelaraskan visi pengembangan sumber daya manusia di Indragiri Hilir.
Melalui sinergi ini, UNISI menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga aktif membangun ekosistem kolaboratif demi kemajuan daerah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial, ekonomi, dan budaya di tingkat lokal. (R)














